• Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
  • Buy Now!
Tuntas.id

Mega Menu

  • Home
  • Nasional
    • All
    • LifeStyle
    • Sosial Media
    • Woman
    • Health & Fitness
  • Hukrim
    • Video
  • Lifestyle
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • ChangelogNew
Tuntas.id
Telusuri
Beranda Headline Hukrim SPBU Karella Wajibkan Barcode, Namun Ditemukan Dugaan Ketidaksesuaian Nopol
Headline Hukrim

SPBU Karella Wajibkan Barcode, Namun Ditemukan Dugaan Ketidaksesuaian Nopol

Icuk
Icuk
26 Jul, 2026 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Kolase bus dan hasil cek aplikasi Bapenda Sulsel.



BONE, TUNTAS.ID – Mekanisme penyaluran BBM bersubsidi jenis Biosolar di SPBU Karella, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi tanda tanya setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data kendaraan yang melakukan pengisian.

Pengelola SPBU Karella, Idrus, menjelaskan bahwa seluruh kendaraan maupun nonkendaraan yang membeli BBM bersubsidi wajib menggunakan barcode atau QR Code yang telah terdaftar. 

Ia juga mengaku telah menginstruksikan seluruh operator agar selalu memeriksa kesesuaian data kendaraan dengan barcode sebelum melakukan pengisian.

"Kami sudah sampaikan semua ke operator kami agar selalu mengecek kesesuaian data kendaraan yang akan mengisi BBM," ujar Idrus melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/7/2026).

Namun, awak media menemukan satu unit Bus berwarna putih bertuliskan Comando Trans bernomor polisi DP 7779 AS diduga mengisi Biosolar subsidi di SPBU tersebut.

Hasil penelusuran awak media menunjukkan nomor polisi tersebut tidak terdaftar pada aplikasi Bapenda yang digunakan untuk pengecekan data kendaraan.

Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme verifikasi yang diterapkan saat penyaluran Biosolar subsidi.

Pasalnya, pengelola SPBU menyatakan setiap operator diwajibkan mencocokkan data kendaraan dengan barcode sebelum pengisian dilakukan.

Sejumlah warga menduga temuan tersebut berkaitan dengan maraknya aktivitas mobil "pa'sedot" Biosolar subsidi. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

"Kalau benar nomor polisinya tidak sesuai, bagaimana bisa tetap mengisi solar subsidi? Ini harus diusut," kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi hal itu, pihak SPBU Karella menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari media sebagai bahan evaluasi pelayanan.

"Kami juga butuh masukan dari teman-teman media. Ketika kami ada kesalahan dalam pelayanan di SPBU kami, agar ke depannya bisa kami maksimalkan. Silakan konfirmasi kami," tutup Idrus.

Hingga berita ini diterbitkan, pemilik kendaraan tersebut belum dapat dikonfirmasi.


Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Baca Berita Lainnya

Posting Komentar

Ads Single Post 4

Pilihan Redaksi

AJI dan LBH Pers Mendesak Pemerintah Hentikan Cara Kotor Menyusupkan Intel ke Institusi Pers

Admin Redaksi- 23.39 0
AJI dan LBH Pers Mendesak Pemerintah Hentikan Cara Kotor Menyusupkan Intel ke Institusi Pers
Iptu Umbaran Wibowo TUNTAS.ID - Seorang mantan kontributor televisi dilantik menjadi Kapolsek Kradenan, Blora, Jawa Tengah pada Senin (12/12/2022). Kabid Huma…

Most Popular

Editor Post

Popular Post

Populart Categoris

  • Daerah24
  • Edukasi42
  • Ekobis2
  • Hukum15
  • Kriminal9
  • Nasional13
  • Opini1
  • Peristiwa18
  • Politik42
  • Ragam136
Tuntas.id

About Us

Tuntas.id adalah media siber Indonesia yang hadir mewarnai jagat pemberitaan online, memberikan konten berita terbaru dan informatif yang sesuai kaidah jurnalistik dan UU Pers No. 40 Tahun 1999. Tuntas.id didirikan pada 17 Agustus 2022, bertepatan dengan 77 tahun kemerdekaan Indonesia.

Contact us: redaksi@tuntas.id - tuntasindonesia@gmail.com

Follow Us

© 2022 - 2023 Tuntas.id - Support by Sahabat Jasa
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Iklan