Pemilik Bus Comando Trans Klarifikasi Dugaan Ketidaksesuaian Data, Hasil Pencocokan di SPBU Karella Dinyatakan Sesuai
![]() |
BONE, TUNTAS.ID – Pemilik bus bernomor polisi DP 7779 AS, (Comando Trans) Rusdi, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan kendaraannya menggunakan nomor polisi yang tidak terdaftar pada aplikasi Bapenda Sulsel saat terekam melakukan pengisian Biosolar subsidi di SPBU Karella, Watampone, Kabupaten Bone, beberapa hari lalu.
Rusdi menjelaskan bahwa kendaraan miliknya telah terdaftar dalam sistem QR Code Subsidi Tepat Pertamina dan menggunakan barcode yang sah.
Menurutnya, identitas kendaraan sebenarnya telah diperbarui menggunakan barcode baru. Namun, saat hendak mengisi BBM di SPBU, barcode baru tersebut tidak dapat terbaca oleh sistem.
"Karena barcode baru tidak terbaca, petugas SPBU menanyakan apakah saya masih memiliki barcode lama. Akhirnya saya menggunakan barcode lama dan ternyata bisa terbaca," kata Rusdi, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, barcode lama tersebut masih menggunakan identitas nomor polisi lama sehingga ketika dilakukan pengecekan melalui aplikasi Bapenda Sulsel, nomor polisi yang digunakan saat ini tidak muncul.
"Plat mobil saya bukan bodong. Soal tidak terdaftar di aplikasi Bapenda, saya kurang tahu penyebabnya," katanya.
Rusdi mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak SPBU agar dapat menjadi perhatian. Sejak saat itu, ia diarahkan untuk sementara menggunakan barcode lama karena masih dapat terbaca oleh sistem.
Awak media bersama Rusdi kemudian melakukan pencocokan data di SPBU Karella. Hasil pencocokan menunjukkan identitas kendaraan tersebut sesuai dengan data yang tersimpan pada sistem barcode Pertamina.Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh pihak pengelola SPBU Karella.
Rusdi juga membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam aktivitas penyedotan BBM subsidi dari tangki kendaraan untuk kepentingan bisnis ilegal.
"Saya punya dua kendaraan. Kalau satu sedang dipakai carteran, yang satu saya gunakan untuk antre mengisi solar supaya ada cadangan BBM. Bukan untuk disedot atau diperjualbelikan," tegasnya.
Ia menambahkan, sebagian BBM tersebut juga sesekali digunakan untuk kebutuhan operasional traktor.
Sebelumnya diberitakan, mekanisme penyaluran Biosolar subsidi di SPBU Karella menjadi perhatian setelah awak media menemukan bus bernomor polisi DP 7779 AS melakukan pengisian BBM subsidi, sementara nomor polisi tersebut tidak ditemukan pada aplikasi Bapenda Sulsel yang digunakan untuk pengecekan data kendaraan.
Temuan tersebut sempat memunculkan pertanyaan terkait mekanisme verifikasi kendaraan penerima BBM subsidi. Saat itu, Pengelola SPBU Karella, Idrus, menegaskan seluruh operator telah diinstruksikan untuk selalu memeriksa kesesuaian data kendaraan dengan barcode sebelum melayani pengisian.
Dengan adanya klarifikasi dari pemilik kendaraan serta hasil pencocokan data di SPBU, informasi tersebut menjadi penjelasan atas temuan yang sebelumnya dipublikasikan.

Posting Komentar